Alat berat mengangkat tumpukan scrap logam di fasilitas daur ulang

Apa Itu Scrap? Pengertian, Jenis, dan Cara Mengelolanya

TL;DR

Scrap adalah sisa material dari proses produksi yang tidak bisa digunakan untuk produk utama, tapi masih punya nilai ekonomi. Berbeda dengan waste yang benar-benar tidak berguna, scrap bisa dijual, didaur ulang, atau diolah kembali menjadi bahan baku. Pengelolaan scrap yang baik bisa menekan biaya produksi dan menambah pendapatan tambahan bagi perusahaan.

Di setiap pabrik atau bengkel, pasti ada sisa material yang tidak terpakai setelah proses produksi. Potongan logam, kain sisa jahitan, atau serpihan kayu yang terlalu kecil untuk dipakai. Dalam dunia manufaktur, sisa-sisa ini disebut scrap. Meski terlihat seperti sampah, scrap ternyata masih memiliki nilai dan bisa menjadi sumber pendapatan tambahan jika dikelola dengan benar.

Pengertian Scrap dalam Industri

Scrap adalah sisa bahan yang dihasilkan dari proses produksi dan tidak lagi bisa digunakan untuk produk utama. Material ini bisa berupa potongan, serpihan, atau bagian yang cacat dan tidak memenuhi standar kualitas. Menurut Prismatech, yang membedakan scrap dari waste (limbah) adalah nilai ekonomisnya: scrap masih bisa dijual atau didaur ulang, sementara waste benar-benar tidak punya nilai.

Dalam akuntansi, scrap sering dicatat sebagai pendapatan tambahan (other income) ketika berhasil dijual. Nilainya memang tidak sebesar produk utama, tapi jika volume produksinya besar, akumulasi penjualan scrap bisa cukup signifikan.

Jenis-Jenis Scrap

Berdasarkan materialnya, scrap bisa dikategorikan menjadi beberapa jenis:

  • Scrap logam: potongan besi, baja, aluminium, atau tembaga sisa pemotongan dan pembentukan. Ini jenis yang paling umum dijual ke pengumpul atau pabrik daur ulang.
  • Scrap plastik: sisa cetakan, potongan yang cacat, atau material plastik yang tidak memenuhi spesifikasi. Bisa digiling ulang dan digunakan sebagai bahan campuran.
  • Scrap tekstil: kain sisa pemotongan di industri garmen. Sering dimanfaatkan untuk pembuatan kain lap, isian bantal, atau bahan kerajinan.
  • Scrap kayu: serpihan dan potongan kayu dari industri furnitur atau konstruksi. Bisa dipakai untuk pembuatan papan partikel atau bahan bakar biomassa.
  • Scrap kertas: sisa cetakan, potongan kertas, atau produk cacat dari industri percetakan dan packaging.

Baca juga: Cara Menghitung Piutang Tak Tertagih

Perbedaan Scrap, Waste, dan Defect

Tiga istilah ini sering tertukar, padahal masing-masing punya arti berbeda:

IstilahDefinisiNilai Ekonomi
ScrapSisa material yang tidak bisa dipakai untuk produk utamaMasih ada, bisa dijual atau didaur ulang
WasteLimbah yang benar-benar tidak bergunaTidak ada atau sangat minim
DefectProduk jadi yang cacat dan tidak memenuhi standarTergantung tingkat keparahan, bisa dijual sebagai produk kelas dua

Perbedaan ini penting karena memengaruhi cara pencatatan di laporan keuangan. Scrap yang dijual dicatat sebagai pendapatan, sementara waste yang dibuang masuk ke biaya pembuangan.

Cara Mengelola Scrap dengan Efisien

Pengelolaan scrap yang baik bukan hanya soal menjualnya. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan nilainya:

  1. Identifikasi dan pisahkan berdasarkan jenis. Scrap logam yang tercampur dengan plastik nilainya lebih rendah. Pemisahan di sumber memudahkan penjualan dan meningkatkan harga.
  2. Catat volume scrap secara rutin. Data ini membantu mengidentifikasi proses mana yang menghasilkan scrap paling banyak, sehingga bisa dilakukan perbaikan.
  3. Cari pembeli tetap. Menjalin hubungan dengan pengumpul atau pabrik daur ulang memberikan harga lebih stabil dibanding menjual secara ad hoc.
  4. Evaluasi kemungkinan penggunaan internal. Beberapa jenis scrap bisa diolah kembali menjadi bahan baku untuk produk lain di lini produksi yang sama.
  5. Kurangi di sumber. Optimasi desain produk dan proses pemotongan bisa mengurangi volume scrap yang dihasilkan. Ini cara paling efektif karena langsung menekan biaya bahan baku.

Nilai Ekonomi Scrap di Indonesia

Industri daur ulang scrap di Indonesia cukup besar, terutama untuk logam. Pengumpul scrap logam (sering disebut “pengepul rongsok”) menjadi mata rantai penting yang menghubungkan pabrik penghasil scrap dengan pabrik peleburan. Harga scrap besi di pasar domestik berfluktuasi mengikuti harga komoditas global, tapi secara umum masih menjadi sumber pendapatan yang konsisten bagi perusahaan manufaktur.

Bagi perusahaan kecil, pengelolaan scrap sering terabaikan karena dianggap remeh. Padahal, akumulasi nilai scrap dalam setahun bisa cukup besar. Perusahaan yang disiplin memisahkan dan menjual scrap-nya biasanya lebih sadar terhadap efisiensi material secara keseluruhan, dan itu berdampak positif pada biaya produksi total.

FAQ

Apa perbedaan scrap dan limbah?

Scrap adalah sisa material yang masih punya nilai ekonomi dan bisa dijual atau didaur ulang. Limbah (waste) adalah material yang benar-benar tidak punya nilai dan harus dibuang atau diolah sebagai sampah.

Bagaimana cara mencatat scrap dalam akuntansi?

Scrap yang dijual biasanya dicatat sebagai pendapatan lain-lain (other income) di laporan laba rugi. Jika scrap digunakan kembali dalam produksi, nilainya bisa dikurangkan dari biaya bahan baku.

Industri apa yang paling banyak menghasilkan scrap?

Industri manufaktur logam, otomotif, garmen, dan furnitur termasuk yang paling banyak menghasilkan scrap. Setiap proses pemotongan, pembentukan, atau pencetakan pasti menyisakan material yang tidak terpakai untuk produk utama.

Apakah semua scrap bisa didaur ulang?

Tidak semua. Scrap logam dan kertas relatif mudah didaur ulang. Tapi scrap plastik campuran atau material yang sudah terkontaminasi bahan kimia kadang sulit diolah ulang dan akhirnya harus dibuang sebagai limbah.