Pernah sudah antre di SPBU, sudah sampai dekat dispenser, lalu petugas bertanya, “QR Subsidi Tepat-nya ada?” Di momen seperti itu, banyak orang baru sadar bahwa barcode atau QR Code Pertamina perlu disiapkan lebih dulu supaya transaksi BBM subsidi tetap lancar. Artikel ini merangkum cara daftar barcode Pertamina dengan langkah yang praktis, rapi, dan mudah diikuti, plus cara cek status dan solusi saat pengajuan Anda tertahan.
TL;DR: Cara daftar barcode Pertamina paling cepat adalah menyiapkan KTP, STNK, serta foto kendaraan dan plat nomor, lalu mendaftar lewat aplikasi MyPertamina atau situs Subsidi Tepat. Setelah Anda submit, data masuk tahap verifikasi dan hasilnya dikirim lewat pemberitahuan. Jika Anda tidak nyaman daftar online, beberapa SPBU menyediakan booth pendaftaran yang dibantu petugas.
Apa itu barcode Pertamina dan kenapa diminta di SPBU?
Barcode Pertamina yang sering disebut “QR Subsidi Tepat” adalah kode QR yang dipakai saat transaksi BBM tertentu agar pembelian tercatat untuk kendaraan yang terdaftar. Praktiknya, QR ini ditunjukkan saat pengisian di SPBU yang menerapkan mekanisme Subsidi Tepat.
Dua hal yang perlu Anda ingat sejak awal:
QR Code bersifat pribadi dan terkait kendaraan yang terdaftar, jadi jangan dibagikan sembarangan.
Proses verifikasi memiliki batas waktu maksimal yang disebutkan di kanal resmi. Di halaman Pertanyaan Umum Subsidi Tepat MyPertamina, Pertamina menyebut pemberitahuan hasil verifikasi dikirim maksimal 14 hari kerja sejak data dikirim.
Kalau Anda mencari “cara daftar barcode pertamina” karena takut mendadak diminta di SPBU, fokus artikel ini memang itu: daftar, cek status, dan bereskan kendala paling umum.
Syarat dan dokumen yang perlu Anda siapkan (biar tidak bolak-balik)
Sebelum memulai cara daftar barcode Pertamina, siapkan berkas berikut dalam bentuk foto yang jelas:
KTP (foto tidak terpotong, tulisan terbaca)
STNK (foto jelas, data kendaraan terbaca)
Foto kendaraan (tampak samping atau depan sesuai kebutuhan sistem)
Foto plat nomor (nomor polisi jelas dan tajam)
Nomor HP aktif dan email aktif (untuk verifikasi dan notifikasi)
Beberapa panduan langkah demi langkah juga menekankan hal yang sama, terutama soal unggah dokumen dan foto kendaraan. Anda bisa melihat contoh alur pendaftaran dan dokumen yang diminta pada panduan detikcom tentang cara daftar barcode Pertamina.
Tips singkat yang sering menyelamatkan waktu:
Gunakan cahaya terang (dekat jendela siang hari biasanya cukup).
Pastikan fokus kamera tidak “lari” ke pantulan plastik STNK.
Jangan unggah foto yang sudah terlalu dikompres dari aplikasi chat.
Pilih jalur pendaftaran: MyPertamina, website Subsidi Tepat, atau booth SPBU?
Secara umum, ada tiga jalur yang paling sering dipakai untuk cara daftar barcode Pertamina. Anda bisa memilih yang paling nyaman.
| Metode | Cocok untuk | Kelebihan | Catatan verifikasi |
|---|---|---|---|
| Aplikasi MyPertamina | Pengguna yang terbiasa aplikasi | QR mudah disimpan di ponsel | Beberapa panduan menyebut bisa 1-3 hari kerja, namun tetap bergantung antrian verifikasi |
| Website Subsidi Tepat | Tidak ingin instal aplikasi | Bisa diakses lewat browser | Kanal resmi menyebut maksimal 14 hari kerja |
| Booth SPBU | Butuh bantuan langsung | Dibantu petugas | Tergantung ketersediaan layanan di SPBU |
Untuk estimasi yang sering dikutip media, artikel panduan Telkomsel tentang pendaftaran barcode Pertamina menyebut verifikasi “biasanya” 1–3 hari kerja pada beberapa kasus. Anggap ini sebagai gambaran, bukan janji, karena kanal resmi tetap menyebut batas maksimal 14 hari kerja.
Cara daftar barcode Pertamina lewat aplikasi MyPertamina
Jika Anda ingin cara daftar barcode Pertamina yang serba di ponsel, jalur aplikasi biasanya terasa paling ringkas. Alurnya seperti ini:
Unduh dan buka aplikasi MyPertamina dari toko aplikasi resmi.
Registrasi akun, lalu lakukan verifikasi nomor HP sesuai instruksi aplikasi.
Lengkapi profil dasar Anda jika diminta.
Masuk ke menu terkait Subsidi Tepat, lalu pilih pendaftaran atau pendaftaran kendaraan.
Isi data kendaraan dengan teliti (nomor polisi, data STNK).
Unggah dokumen yang diminta: KTP, STNK, foto kendaraan, foto plat nomor.
Submit, lalu simpan bukti pengajuan bila tersedia.
Kunci di jalur aplikasi adalah konsistensi data. Nomor HP dan email yang Anda pakai sebaiknya aktif, karena pemberitahuan verifikasi biasanya dikirim melalui kanal tersebut. Untuk batas waktu maksimal, rujuk keterangan resmi di halaman FAQ Subsidi Tepat.
Praktisnya begini: sebelum berangkat isi BBM, simpan QR di galeri ponsel dan buat pintasan (shortcut) aplikasi. Anda tidak ingin mencari-cari file saat antrean sudah padat.
Cara daftar barcode Pertamina lewat website subsiditepat.mypertamina.id
Banyak orang mengetik “cara daftar barcode pertamina” karena ingin daftar tanpa instal aplikasi. Anda bisa memakai situs Subsidi Tepat dan mengikuti alur pendaftaran yang mirip.
Langkah umumnya:
Buka situs Subsidi Tepat MyPertamina, lalu pilih pendaftaran akun baru.
Isi data yang diminta, termasuk identitas dan kontak aktif.
Lakukan aktivasi atau verifikasi akun melalui email jika diminta sistem.
Login kembali, lalu daftarkan kendaraan Anda.
Unggah dokumen: KTP, STNK, foto kendaraan, foto plat.
Submit dan pantau status verifikasi.
Hal penting yang sering terlewat: pastikan Anda memasukkan email yang benar dan bisa diakses. Di halaman resmi Subsidi Tepat, Pertamina menegaskan hasil verifikasi dikirim maksimal 14 hari kerja sejak data dikirim. Itu sebabnya banyak pengajuan yang masih “menunggu” beberapa hari pertama, dan ini masih normal.
Jika Anda ingin contoh langkah yang ditulis dengan gaya tutorial media, detikcom juga menjabarkan alur pendaftaran dan cek status dengan jelas.
Cara daftar barcode Pertamina langsung di booth SPBU (offline)
Tidak semua orang nyaman mengisi formulir online, apalagi kalau sinyal sering naik turun. Pada kondisi ini, pendaftaran offline di booth SPBU bisa jadi solusi.
Garis besar alurnya:
Datang ke SPBU yang menyediakan layanan pendaftaran Subsidi Tepat.
Siapkan dokumen yang sama seperti pendaftaran online.
Petugas membantu input data dan unggah dokumen.
Anda tetap menunggu proses verifikasi seperti jalur lainnya.
Saran kecil yang sering membantu: datang di jam yang tidak padat, misalnya di luar jam berangkat kerja atau jam pulang kantor. Anda bisa menghemat waktu dan tidak terburu-buru saat foto dokumen perlu dibetulkan.
Cara cek status pendaftaran barcode Pertamina
Setelah Anda daftar, langkah berikutnya adalah memastikan status pengajuan. Ini bagian yang sering dicari, karena orang ingin tahu apakah QR sudah bisa dipakai.
Salah satu cara yang sering dirujuk media adalah melalui halaman cek status. detikcom menuliskan langkah cek status dengan memasukkan nomor polisi, nomor HP, dan NIK pada halaman yang disediakan, lalu sistem menampilkan statusnya. Anda bisa merujuk rincian langkahnya di panduan cek status pendaftaran di detikcom.
Jika status masih “diproses” beberapa hari, itu masih sejalan dengan keterangan resmi soal rentang verifikasi maksimal 14 hari kerja.
Jika pengajuan lama atau ditolak, ini penyebab yang paling sering dan cara beresinnya
Dalam praktiknya, pengajuan paling sering tersendat bukan karena hal rumit, tapi karena hal kecil yang luput dicek.
Foto dokumen buram atau tidak terbaca
Solusi: ambil ulang foto dengan cahaya cukup, pastikan fokus mengunci di tulisan, dan hindari pantulan plastik.Data tidak konsisten antara KTP, STNK, dan form
Solusi: cek lagi NIK, nomor polisi, dan nomor HP. Pastikan tidak salah satu angka pun.Dokumen kurang lengkap
Solusi: kembali ke checklist. KTP, STNK, foto kendaraan, foto plat biasanya wajib. Jangan menebak-nebak, unggah yang diminta sistem.Email tidak aktif atau tidak bisa dibuka
Solusi: gunakan email yang benar-benar Anda pakai. Banyak notifikasi penting masuk lewat email.
Kalau Anda sudah memperbaiki yang di atas dan status tetap tidak bergerak mendekati batas maksimal, langkah paling aman adalah cek status lagi, lalu minta bantuan melalui jalur resmi atau booth SPBU.
Baca Juga : Malam 1 Suro: Sejarah, Makna, Tradisi, dan Pantangan di Jawa
Pertanyaan yang sering muncul sebelum isi BBM
Berikut FAQ yang sering muncul di pencarian dan di halaman-halaman panduan.
1) Apakah Anda wajib punya barcode untuk beli Pertalite dan Solar?
Di banyak SPBU yang menerapkan Subsidi Tepat, transaksi BBM tertentu meminta QR Code kendaraan terdaftar. Penerapan bisa berbeda antar wilayah dan tahap implementasi. Jika Anda sering isi di SPBU tertentu, cara paling aman adalah mendaftar lebih dulu agar tidak tertahan saat transaksi.
2) Berapa lama proses verifikasi barcode Pertamina?
Keterangan resmi menyebut hasil verifikasi dikirim maksimal 14 hari kerja sejak data disubmit. Di beberapa panduan populer, ada yang menyebut bisa lebih cepat, misalnya 1–3 hari kerja, tetapi itu bersifat “biasanya” dan tetap tergantung antrian verifikasi dan kelengkapan data.
3) Bagaimana cara cek status pendaftaran QR Subsidi Tepat?
Anda dapat menggunakan fitur cek status pada situs Subsidi Tepat. Umumnya Anda diminta mengisi nomor polisi, nomor HP, dan NIK. Setelah itu, sistem menampilkan status pengajuan. Rincian langkah ini juga ditulis oleh detikcom pada panduan cek statusnya.
4) Kenapa QR Code belum muncul padahal Anda sudah daftar?
Paling sering karena verifikasi masih berjalan atau dokumen yang diunggah kurang jelas. Coba cek kembali kualitas foto KTP dan STNK, serta pastikan nomor polisi terbaca jelas di foto plat. Setelah itu, pantau status dan tunggu hingga rentang verifikasi yang disebut kanal resmi.
5) Apakah Anda bisa daftar tanpa aplikasi MyPertamina?
Bisa. Anda dapat memakai jalur website Subsidi Tepat. Alurnya tetap meminta data yang sama dan unggah dokumen. Setelah disetujui, QR dapat disimpan di ponsel untuk ditunjukkan saat transaksi.
6) Dokumen apa yang paling sering diminta saat pendaftaran?
Umumnya KTP, STNK, foto kendaraan, dan foto plat nomor. Pastikan semuanya jelas dan tidak terpotong. Banyak pengajuan tertahan hanya karena foto buram atau pantulan yang menutup tulisan.
7) Jika Anda kesulitan daftar online, apa alternatifnya?
Anda bisa mencoba booth SPBU yang menyediakan layanan pendaftaran Subsidi Tepat. Petugas biasanya membantu input data dan unggah dokumen. Tetap siapkan dokumen yang sama agar prosesnya tidak berhenti di tengah.
